Perilaku Konsumen Consumer Behavior Class IKK 231 2013

Richardson Sijabat
Class of IPB 47 2013 Undergraduate Student of Program in Community Nutrition
Faculty of Human Ecology
Bogor Agricultural University
Notes On Consumer Behavior Class IKK 231 – Thursday 21 February 2013

Perilaku konsumen adalah salah satu mata kuliah menarik yang akan mengkaji bagaimana konsumen memenuhi kebutuhan dan keinginannya dengan mempertimbangkan berbagai macam aspek.  Dalam memilih suatu jenis barang atau proses mempertimbangkan pemilihan suatu barang, konsumen fungsional, gaya, motivasi, gengsi dan lain-lain. Mata kuliah ini mengajarkan agar kita mampu mempertimbangkan segala aspek yang menarik konsumen untuk menggunakan jasa atau barang yang ditawarkan, merancang produk baru dan strategi pemasaran, merancang kebijakan politik yang berkaitan dengan kepentingan konsumsi, dan membantu konsumen untuk dapat memilih dengan bijak. Dalam mengambil keputusan untuk menggunakan suatu barang dan jasa keputusan konsumen dipengaruhi oleh beberapa faktor strategi pemasaran, perbedaan individu dan faktor lingkungan. Faktor perbedaan individu meliputi motivasi, kepribadian, konsep diri, pengolahan informasi dan persepsi, proses belajar, pengetahuan, sikap, dan agama. Sedang faktor lingkungan meliputi budaya, keluarga, teknologi, kelompok acuan, lingkungan dan situasi konsumen, karakteristik demografi, sosial dan ekonomi. Untuk memberi pengetahuan dan menarik perhatian konsumen, pemasar biasanya menggunakan iklan sebagai media untuk mendekatkan produk ke konsumen.

Motivasi mengacu pada keadaan aktif dalam orang yang mengarah ke perilaku yang diarahkan pada tujuan. Ini terdiri dari arahan, desakan, keinginan, atau hasrat yang mulai mengarah ke perilaku (Mowen dan Minor.1998). Menurut Maslow, manusia memiliki beberapa kebutuhan yaitu aktualisasi diri, kebutuhan ego, kebutuhan sosial, kebutuhan rasa aman, kebutuhan fisiologis.

Based on Based on Consumer Behavior Text Book by Ujang Sumarwan

Perilkon    Perilkon 2

Ujang Sumarwan. 2011. Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta: PT Ghalia Indonesia.

Lecturers of Consumer Behavior Class Semester  Feb – May  2013

Department of Family and Consumer Sciences

College of Human Ecology

Bogor Agricultural University

Thanks

 

Alkali Tanah ( Golongan IA)

Elektrolisis Natrium
Sumber utama logam natrium adalah garam batu dan air laut. Na hanya dapat diperoleh dari elektrolisis lelehan NaCl.
Katoda :  Na+  +  e-  →  Na
Anoda  :   2Cl-  →  Cl2 + 2e-

Metode reduksi
Untuk mendapatkan logam K, Rb, dan Cs dilakukan metode reduksi sebab jika dengan metode elektrolisis logam ini cenderung larut dalam larutan garamnya.

Link

http://www.ziddu.com/download/11223673/KimiaGolIAEdit.ppt.html

“Hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri”

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah
perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah Bulat. Ia merasa lelah.
Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh
kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja
terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta.

Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan. Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu.
“Ini adalah rumahmu, ” katanya, “hadiah dari kami.”

Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali.
Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil
karyanya sendiri.

Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri.

Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam Seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan. Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi.

Hidup kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hari perhitungan adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan.

Search